Istilah dan Cara Analisa Teknikal Saham

Setelah membahas cara melakukan analisa saham secara umum, serta cara analisa fundamental secara khusus maka selanjutnya kita juga akan lebih spesifik mengulas mengenai apa saja istilah-istilah dan cara analisa Teknikal saham agar kedua metode tersebut dapat dipahami dengan baik dan mudah diaplikasikan dalam prakteknya saat melakukan transaksi di bursa. Bagi penulis, sebenarnya tidak tepat kalau kita mengatakan salah satunya lebih baik dari yang lain sehingga hanya menggunakan satu cara analisa saja, sebab sekalipun beraliran value investing tetap saja pemahaman akan grafik harga harus diketahui guna menghindali beli disaat harga saham masih akan turun atau bahkan akan lebih dalam lagi penurunannya, sekalipun dari segi valuasi sudah sangat murah.

Sebagaimana diketahui bahwa seorang trader yang dalam memutuskan membeli atau tidaknya saham ditentukan oleh perubahan harga dari saham tersebut serta dari menilai liquid tidaknya transaksinya, namun sebenarnya tak sesederhana itu karena ada banyak sekali istilah yang patut kita pahami di dalamnya agar dapat 'cuan' (untung) dari transaksi yang dilakukan yang mana akan dijelaskan satu per satu di bawah ini.

Istilah-Istilah dalam Cara Melakukan Analisa Teknikal Saham


Berikut ini kami jelaskan beberapa istilah penting yang wajib diketahui oleh seorang trader pemula agar hasil analisanya akurat dan dapat membuahkan keuntungan, namun semua itu tergantung dari kedisiplinan investor sendiri dalam menerapkannya, selain juga harus selalu menekankan dalam diri sendiri untuk tidak berprilaku serakah setiap kali melihat prospek pada sebuah saham, karena walau bagaimana pun tak ada kepastian dari semua teori yang dipelajari, bisa saja kita memprediksi A tapi ternyata hasilnya B. Sekali lagi, apa yang anda ketahui nantinya dari metode analisa teknikal ini hanyalah teori, namun prakteknya tak selalu terjadi 100% persis, kadang melenceng sedikit, walau tidak sedikit juga yang pas dengan prediksi kita. Nah berikut istilah yang lazim digunakan bagi trader :

1.  Support Level dan Resistance Level


grafik support level dan resistance saham

Istilah analisa teknikal saham yang satu ini masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Support Level yaitu jika harga saham, jika dilihat dari grafiknya, berada pada level terendah dan biasanya pada kondisi tersebut umumnya harganya sangat sukar untuk turun atau sulit terjadi pergerakan lagi. Keadaan ini umum terjadi jika suatu saham sebelumnya pernah mengalami kenaikan yang sangat tinggi kemudian turun dikarenakan, salah satunya, oleh profit taking atau yang dikenal dengan aksi ambil untuk oleh sebagian besar pemegang saham tersebut. Adapun istilah keduanya, yaitu Resistance Level, adalah  suatu keadaan dimana harga saham berada pada level tertinggi dan pada kondisi tersebut ia sangat susah untuk mengalami kenaikan lagi. Keadaan ini biasa terbentuk jika suatu saham sebelumnya pernah mengalami penurunan yang cukup dalam. Kedua keadaan ini dapat saja terjadi pada saat harga saham dalam kondisi downtrend atau turun, uptrend atau naik, atau pun sideway - dalam kondisi bergerak mendatar.

Kondisi suppert level adalah waktu dimana seorang investor baiknya membeli saham tersebut dan menjualnya kembali ketika sudah berada pada posisi yang sangat tinggi untuk memperoleh gain yang signifikan. Pada kondisi seperti ini seorang harus jeli dan lebih cepat memperoleh informasi mengenai saham tersebut, sebab umumnya yang paling awal mengetahui kondisi tersebut dan lebih dulu membeli akan memperoleh untung yang lebih pula, sebab jika telah banyak yang mengetahui dan ikut membelinya juga maka posisinya bisa saja berubah menjadi resistance level dan disaat itulah pembeli yang belakangan hanya akan mendapat remahannya saja atau bahkan rugi jika betul levelnya sudah menembus resistance.

2.  MA atau Moving Average

gambar moving average saham

Inilah salah satu cara analisa teknikal yang sering digunakan oleh para trader dalam menilai pergerakan harga suatu saham. Moving Average artinya rata-rata pergerakan, yakni rata-rata pergerakan harga suatu saham ditinjau dari waktu atau harinya. Sehingga muncullah beberapa istilah untuk MA ini, misalnya MA-5, MA-10, MA-15 dan seterusnya. Ini mengindikasikan bahwa rata2 pergerakannya dalam kurun waktu tersebut terbaca. Jadi, jika MA-5 yang dijadikan acuan maka harga dalam lima hari tersebut dihitung dengan menggunakan closing price atau harga penutupan sebagai acuannya. Jika ingin lebih paham soal ini silahkan baca cara melakukan analisa moving average.

3.  Triangle

ascending triangle saham

descending pola triangle saham

Ini disebut juga dengan metode anlisa teknikal saham dengan dengan pola kurva segitiga. Adapun mengenai ini terdapat dua jenis, yaitu pola segitiga naik atau Ascending Triangle dan pola segitiga menurun atau Descending Triangle. Yang terakhir disebut ini terbentuk apabila ada terlihat beberapa lembah yang serupa rendahnya dengan beberapa puncak yang tampak semakin menunjukkan penurunan. Atau bisa dikata berlangsung perubahan harga dari saham pada garis batas bawah yang bentuknya horizontal dengan garis batas dari harganya yang mengalami kemiringan menurun. Jika harganya mencapai garis batas bawah yang disertai dengan adanya peningkatan jumlah volume transaksi, ini memberi tanda untuk segera menjual karena dari analisa tersebut dapat diperkirakan bahwa harga saham akan terus berlanjut mengalami penurunan. Adapun Ascending Triangle sendiri terbentuk jika pergerakan dari harga saham menunjukkan pola yang sebaliknya dari Descending Triangle yang mana pada analisa teknikal ini menunjukkan tanda untuk membeli saham karena diprediksi harganya akan terus mengalami kenaikan.

4.  Double Top dan Bottom

gambar grafik double bottom saham

gambar grafik double top saham

Jika ingin memahami dengan mudah pola double top ini maka bisa kita katakan kalau ini bentuk polanya sama dengan huruf M yang mana harga saham mengalami kenaikan hingga pada level tertentu lalu turun sejenak kemudian naik lagi dengan kenaikan yang hampir sama dengan sebelumnya ketika pertama kali turun dan dengan jumlah volume transaksi yang lebih sedikit lalu kemudian setelah itu turun lagi. Apabila pola seperti ini terulang atau terjadi sekali lagi maka inilah kemudian yang akan membentuk pola seperti huruf 'M'. Nah, buat sobat CEObisnis.com jika melihat adanya kejadian seperti ini pada grafik (terjadi penurunan lagi yang lebih rendah dari penurunan sebelumnya sebelum naik) maka disarankan untuk segera menjual sahamnya karena diprediksi harganya akan terus turun. Ini karena harga saham tersebut telah gagal menembus batas harga tertinggi dan akhirnya menurun lagi dengan penurunan yang lebih dalam. Adapun mengenai Double Bottom maka ia adalah kebalikan dari Double Top, silahkan pahami bentuknya, tapi yang jelas ia akan membentuk seperti huruf W dan disarankan pada kondisi tersebut anda segera menjualnya.

5.  Head and Shoulder


gambar grafik head and shoulders saham

Mengenai ini, apa dan bagaimana bentuk pola pergerakan harga sahamnya silahkan baca Disini.

Oke, pastikan Istilah dan Cara Analisa Teknikal Saham ini dipahami dengan baik sebagai modal awal dalam melakukan transaksi. Ini umum digunakan oleh para investor beraliran 'Trader' atau membeli saham hanya dengan melihat pergerakan harganya, tapi menurut hemat penulis, ini akan lebih baik jika digunakan juga oleh para investor beraliran 'Value Investor' karena bukan hanya mendasarkan pada fundamentalnya saja, tapi juga paham kapan waktu paling tepat untuk menjual atau membeli saham sehingga kerugian bisa diminimalisir dengan sangat teliti. Ini juga karena harga saham yang valuasinya sudah sangat murah berdasarkan hasil analisa fundamental, bukan berarti tidak akan turun lagi. Sehingga bagi seorang value investor yang memahami teknikalnya akan semakin terhindar dari kerugian walau sebenarnya bisa saja setelah turun naik lagi.

0 komentar:

Post a Comment

Jika komentar anda ingin ditampilkan, berikan komentar yang sesuai dengan pembahasan artikel di atas, baik itu soal bisnis online, peluang usaha, maupun soal belajar cara investasi saham, dan jangan menyertakan link dalam kolom komentar! Semoga bisnis dan investasi anda sukses selalu!

Breaking News
Loading...
Kontak Langsung
Press Esc to close
Copyright © 2014 CEO Bisnis Bandung All Right Reserved